Friday, February 12, 2010

GOT ME BLIND; Generasi Pemberang dari Jogja

“ berkobarlah menjadi api! Hiduplah! Seolah tak pernah mati!”


[Adaptation from Generasi Pemberang from Got Me Blind]



Got Me Blind (GMB) berdiri sejak tahun 2000, di kota Yogyakarta, mengalami evolusi yang cukup panjang, mulai dari karakter music hingga pergantian player. Awalnya Got Me Blind sering meng-kover lagu-lagu dari Downset, lalu beralih kover lagu dari Deftones, hingga akhirnya menemukan jati diri sebenarnya, lewat pengaruh dari; Pantera, Chimaira, Sepultura, hingga Pance F. Pondaag.




GMB telah merilis beberapa single, ikut dalam beberapa kompilasi album, salah satunya event terbesar dikota Jogja; Lockstock Fest. Yang juga merilis album kompilasi band-band berkwalitas dari kota Jogja. GMB juga berperan dalam berbagai sound track untuk film indie, melakukan rangkain tour Sumatera, Jawa dan Bali yang diberi titel; Monthly Killer Sounds. Album pertama GMB yang berjudul Eye For An Eye dirilis tahun 2007 dibawah naungan Off The Records, anak perusahaan dari PT. Bravo Musik Entertainment Jakarta.



:: Tentang ALBUM “GENERASI PEMBERANG!” ::

Tahun 2010 ini GMB kembali menggeber telinga audiensinya dengan album berjudul “Generasi Pemberang!”, judul album ini diambil dari salah satu judul lagu GMB. Rencana akan segera dirilis Maret 2010, dibawah naungan label Off Te Records yang merupakan anak perusahaan dari PT. Bravo Musik Indonesia, Jakarta. (Label ini telah banyak menelurkan band2 berkwalitas negeri ini; Rocket Rockers, Pemuda Harapan Bangsa, Getah, Seringai, dll).



Album ‘Generasi Pemberang!” boleh dikatakan sebuah metal album yang lebih catchy, dengan riff-rif gitar yang nge-groove dan tidak hanya mengutamakan kecepatan skill bermain atau teknik, tetapi lebih kepada ear catching dan harmonisasi dalam struktur lagu, Hampir seluruh lirik berbahasa Indonesia dan menggunakan kosa kata yang cenderung Melayu, GMB menyebut genre mereka dengan; Indonesian Groove metal.



Secara materi GMB mengalami banyak perubahan dari album pertama mereka, dari karakter vocal hingga tema yang diangkat, lirik-lirik GMB lebih positif dan edukatif, lebih kepada mengajak audiens untuk dapat lebih menghargai hidup dan menghargai lingkungan sosial, simak tema lagu GMB berikut:



01. Euphoria Dikala Senja

Diawali dengan alunan gitar yang mendayu nikmat sebagai penghantar untuk irama yang lebih menghentak, lagu yang merupakan pertanda sebuah pergolakan dalam diri kita yang selalu dianggap pecundang. Setiap manusia yang berhasil awalnya mereka adalah pecundang! So, keep it real mates!



02. Belenggu Benci

Lagu ini dipersembahkan kepada teman-teman yang masih saja penuh dengan kebencian dan dendam, mengapa tidak kita tinggalkan saja kebencian masa lalu sebagai pembelajaran utuk masa akan datang?



03. Muka Seram Melankolis

Sebuah lagu becanda ala GMB! Yeah! Lagu ini berawal dari joke-joke konyol tentang mereka yang merasa tegar tapi hatinya menangis ditinggal oleh sang kekasih, dan kami menganggap itu sebuah kekonyolan yang dimiliki setiap manusia. Satu-satunya lagu yang merupakan hasil dari pendalaman lagu om Pance F. Pondaag “Walau Hati Menangis”. Hell Yeah!! We love him!



04. Generasi Pemberang!

Sebuah anthem agar dapat menjadi manusia yang lebih menghargai hidupnya dengan menjadi dirinya sendiri, menjadi generasi yang pantang untuk menyerah, generasi yang membangkang terhadap pola-pola stagnan, generasi yang berani mengambil resiko dan bertanggung jawab terhadap jalan yang dipilihnya, Generasi yang marah dan sensitif akan lingkungan sosialnya. Generasi Pemberang adalah generasi masa kini dan masa akan datang!



05. Keras Kepala

Lagu yang lebih nge-groove, dan cocok untuk dijadikan lagu penyambut pagi. Berisikan tentang ke-muakan kita terhadap orang-orang yang tidak bisa ber-kompromi, yang hanya mau menang sendiri, pada orang-orang yang terlalu keras kepala hingga tak dapat menerima opini orang lain, hidup dalam egoisme yang buas adalah hidup yang menyebalkan!



06. Gagah Berani

Yeaahh..ini adalah sebuah lagu yang penuh dengan lirik-lirik pembentuk energi positif dalam diri, sebagai trigger bagi mereka yang selalu merasa kalah. Berhentilah mengeluh karena itu akan membuatmu lemah, karena setiap manusia terlahir sebagai pemenang.







GOT ME BLIND are:

· Richie Petroza S.ip as Vocal

· Dede Nursalam Ss. as Guitar

· Ronald Reagan as Guitar

· Sonny Kurniawan SH a.k.a Gons as Bass

· Riko Prihandhani SH. As Drum



Discography :

· Mini Album lepas There Is Something About Nothing Thn. 2004, Kaset (Limited Edition), Free Released

· Live Concert “End Of The Year Rock Show 2005“ di Papillon Discotheque / CafĂ©.

· Live Concert "How Metal Kids playin' Loud" di The Club Cafe

· Single lepas Biarlah bonus Live Footage, Cd, Blame Division Records, Thn.2006 .

· Single lepas Terpuruk Mati Disini bonus Video Clip, Cd, Blame Division Records, Thn.2006

· Single lepas Kontaminasi bonus Video Clip, Cd, Blame Division Records, Thn.2006

· Original Sound Track Film pendek Maya Produksi MAYA Indie Films Production, Finalis Global Indie Film Fest. (GIF ), Global TV, Thn. 2004

· Original Sound Track Mannequinn Produksi Ruang Tengah Picture, For Global Indie Film Fest. (GIFF) Thn.2004, Jogja Asian Film Festival 2006, Thn.2006.

· Original Sound Track Dungga Melati Produksi Telapak Karya Production, Thn. 2007.

· Full Album Eye For An eye (Enhanced Cd), Produksi Off The Records, PT. Bravo Musik Entertainment,Jakarta. Thn.2007.

· Band Of The Week (on November 2007) : www.rockisnotdead.net

· Some Kind of Monster versi Apokalip.com, 2008.

· Single Generasi Pemberang!, Cd, Blame Division 2008

· Tour Sumatera, Jawa, Bali 2008-2009 [ Monthly Killer Sounds ]

· Kompilasi Album Sounds Of Jogja, Forum Lock Stock Musik Indonesia, Jogja, 2009

· Kompilasi Album The Journey, Jogja, 2009

· Kompilasi Album Konfrontasi Maksimal, Manual Record, Solo, 2009

· Mini Album Generasi Pemberang!, 2010

·

For Further info’s And Others:

Phone : 085228972898

E-mail : blamedivision@yahoo.com

www.myspace.com/gotmefuckinblind

Wednesday, February 10, 2010

Wolfgang Amadeus Phoenix


amazingalbumcovers.tumblr.com

Salah satu musisi yang menyedot perhatian di tahun 2009 adalah Phoenix, Band asal Prancis.

Tahun 2009 Phoenix merilis album berjudul "Wolfgang Amadeus Phoenix", sebuah rilisan album yang keren. Album ini menyabet penghargaan bergengsi Grammy Award untuk kategori Best Alternative Music Album.

Singel dalam album ini, "Lisztomania", mungkin terasa familiar, karena dipakai dalam trailer film Alice in Wonderland.

Phoenix yang terdiri dari Thomas Mars, Deck D'arcy, Christian Mazzalai dan Laurent Brancowitz, berasal dari daerah Versailles, mereka berkembang bersama band-band handal seperti 'Air' dan 'Daft punk'.

Uniknya, Phoenix tidak memainkan musik seperti 'Air' dan 'Daft Punk' yang Modern. Phoenix mengusung materi yang bernuansa musik folk, rock, dengan irama upbeat riang, dan terkesan tua. Hentakan beatnya mengingatkan saya pada The Strokes di Album "is this it".

Simak lagu lagu phoenix berikut ini:


Lisztomania


Lasso


1901

---------------------------------------------
Video klip dari single pertama Wolfgang Amadeus Phoenix, "Lisztomania" menarik untuk disimak, jika koneksi internet anda bagus, bisa dilihat disini.

Anyway, Lisztomania adalah istilah yang dipakai untuk menyebut reaksi penonton, terutama jeritan histeris kaum wanita terhadap permainan Piano Franz Liszt. Pernah difilmkan dengan rock star Roger Daltrey (The Who) berperan sebagai Franz Liszt.

Tuesday, February 9, 2010

Endah & Resha, Akustik Asik

Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya, dikenal dengan nama depan mereka, Endah &  Resa. Mereka adalah pasangan suami istri yang belakangan ini mulai dikenal luas sebagai duo musisi akustik. Endah, bernyanyi sambil bermain gitar, Resha mengiringi dengan Bass.

Pasangan ini adalah penghibur yang handal. Melihat chemistry mereka yang terjalin intim, terasa nyaman dan menyenangkan. Endah yang komunikatif, dan Resha yang kalem, dengan kompak menciptakan suasana hangat di setiap konser konsernya.

Bicara soal musik yang mereka mainkan, folk, jazz, blues, rock and roll serta ballads adalah nyawa di lagu lagu yang mereka ciptakan. Riff yang dibangun endah lewat gitarnya, ditimpali permainan Bass resha, bersahutan, seperti dua orang yang sedang bercakap cakap. Folk dan Blues ringan, yang rasanya cukup ringan untuk didengarkan oleh siapa saja.

Kekuatan duo Pasutri akustik ini makin terasa ketika mereka tampil di panggung. Karakter Suara vokal Endah, unik sekali. Selain merdu, Vokalnya seakan bisa pecah menjadi dua, seolah olah ada backing vokal yang mengiringi. Padahal tidak. Endah bernyanyi sendiri.

Pada salah satu lagunya, Endah juga membangun Ritme dengan vokalnya itu, menggumamkan semacam ‘Chant‘ ala Afrika, yang langsung disahut dengan Bass line oleh Resha. Unsur rythm yang biasa dihasilkan perkusi dapat diterjemahkan ke dalam instrumen melodis vokal, gitar dan bass. Sebuah eksplorasi yang gila, namun sangat menghibur.

Permainan Bass oleh Resha sendiri terbilang memukau. Nada nada yang dihasilkan oleh cabikan jemarinya begitu kaya, tidak monoton. Begitu juga dengan suara suara yang dihasilkan bassnya, tidak melulu bulat dan rendah. Sebuah aksi permainan Bass dengan daya jelajah tinggi! ahaha

Salah satu aksi yang paling menarik, adalah ketika Resha memeluk Endah dari belakang, untuk bersama sama memainkan Gitar yang ada di tangan Endah. Dengan Gitar itu, Resha memainkan bass di senar atas, sedang Endah mengambil nada nada tinggi melalui senar bawah. Keintiman yang menyenangkan untuk disaksikan.

Beri tepuk tangan yang meriah untuk Pasangan suami istri musisi ini, Endah & Resha.

Friday, January 1, 2010

Sex On Fire, Penyelamat Rock & Roll di Penghujung Dekade

Awal tahun 2000-an, beberapa Band dibawah bendera Garage Rock bermunculan. Mereka dianggap sebagai penyelamat Rock & Roll setelah sempat lesu dihajar oleh musik musik Hip Hop, Rap, dan RnB. The Strokes dari Amerika, The Hives dari Swedia, dan The Vines dari Australia.

Tiga nama yang sempat merajai tangga lagu. sering diputar diradio. Membawakan musik rock yang mentah. Seolah olah proses mixing nya tak sempurna. The Strokes malah merekam lagu lagunya, dengan efek vokalis seperti sedang berbicara di telepon umum.

The Strokes, lima pemuda pemabuk dari New York, telah berhasil membuat musik rock kembali bergaung. Walaupun akhirnya di penghujung dekade, seperti sekarat lagi. Tapi yah, masih ada musisi semisal Artic Monkeys, Kaiser Chiefs, The Bravery, atau The Killers, yang juga cukup merajai tangga lagu pasca The Strokes.

Sampai akhirnya muncul Band dari Amerika, Anthony Caleb Followill (lead vocals, rhythm guitar), Ivan Nathan Followill (drums, percussion, backing vocals), Michael Jared Followill (bass, backing vocals), dan Cameron Matthew Followill (lead guitar, backing vocals) menggabungkan diri dalam “Kings of Leon“. Yap, nama belakang mereka menunjukkan kalau mereka semua bersaudara.

Super Hit single Kings Of Leon, berjudul “Sex on Fire”, menyelamatkan rock & roll di penghujung dekade 2000-an. Mereka membuat orang yang tak suka rock, menyukainya. Bahkan Will.I.Am dari Black Eyed Peas pun memutarnya saat ia menjadi DJ.

Tidak seperti lagu-lagu garage rock yang lain, lagu ’sex on fire’ ini warnanya lebih gelap dan mengarah ke ’southern rock’.

Single ’sex on fire’ ini mencatat prestasi sebagai the most-downloaded digital single ever, alias lagu yang paling banyak didownload pada juli 2009. awalnya sih saya download juga gara-gara itu. ikut-ikutan. :) tapi ketika didengarkan, ternyata memang ada sesuatu di lagu band pemenang Grammy Awards ini.

karakter vokal Caleb Followill yang merintih, dan sound gitar Matthew yang penuh reverb, membuat lagu ini suram. Jarang saya dengar ada band garage seperti ini. mungkin ada band semisal artic monkey, tokyo police club, atau bahkan the strokes yang kadang membuat lagu bernuansa suram juga. tapi yang membuat unik di ’sex on fire’ ini adalah tehnik bernyanyi Caleb Followill yang soulful itu.

berbeda dengan julian casablanca (The Strokes) yang terdengar serak, mabuk dan rock & roll. vokal Caleb terdengar lebih sendu dan melankolis. dan itu sangat menonjol di lagu ini. Lagu ini menjadi favorit bagi saya karena mereka berhasil menggabungkan garage dan southern dengan bagus. dan, ini yang terpenting, vokalis KOL sangat berbakat! Setiap penyanyi R&B akan iri dengan suara Caleb Followill ini.

“Justin timberlake, belajarlah dari Caleb followill” - Will.I.Am

visit: myspace.com/kingsofleon

Wednesday, November 11, 2009

Spider's Lats Moment - A New Tradition



Reviewed By: Heykel Muhammad

Band jogja ini melepas cd bertitel A New Tradition yg berisi 5 track komposisi musik metal yang variatif dan technical.

Bisa dibilang band ini mempunyai materi yang dalam teori metal 'tidak melulu ngebut'.Ada bagian-bagian yg menampilkan swing,funk.

Secara komposisi bisa dibilang ok beud d ^_^.
Vocalnya ngingetin ma voc nya The Agony Scene (hehe..),bass linenya juga groove up.

Pada gitar, lead-lead yg diberikan jg sangat menonjolkan skill, dan beatkepeernya jg ngebuutt..
Hanya saja yg mengganjal,pada gitar terutama saat clean part touchingnya kurang mantap,tidak semantap ketika berdistorsi. Dan banyak tempo drum yg keduluan sepersekian detik.

Tapi secara garis besar this album is so damn good. Wajib denger bwt yg suka progressive.

My favorite track :Manics




===============================



Ulas kemasan oleh dayzmagz

pertama kali kita lihat kemasan album ini. jujur aja keren banget!
kenapa?


pertama; artwork rizal aliyanto (daftar hitam) + agung kristi (wireframe) memberi nilai lebih atas visualisasi album.

kedua; artwork gabungan elemen organik + mekanik dibuat rumit, cocok jadi teman khayalan saat mendengarkan isi album... hehe..





ketiga; pemilihan warna, font, dan tataletak cukup baik dan tidak mengganggu kesehatan mata... :p
keempat; sayang kualitas cetak tidak maksimal, dayzmagz sarankan tambahkan sedikit bugdet untuk hal ini...


*juga dimuat di dayzmagz vol.08

Thursday, October 29, 2009

Back to Struggle 5

Words: Ciplax Blacklips

Photobucket

"THIS IS THE GREATEST SHOW EVER !!"

- (Conquest For Death)



itulah salah satu dari sekian banyak komentar tentang "Back To Struggle 5" yang berlangsung di kebon cafe, hari selasa 21 okt 2008 lalu.

Acara yng diadakan Heart Corner Community ini dimulai pukul 4 sore setelah hujan mengguyur kota Purwokerto. Desperate Boys Band menjadi band pertama yang tampil di acara ini, dilanjutkan kemudian oleh "Agressive Combat" dengan mengibarkan bendera melodic hardcore.

Adzan maghrib memaksa panitia untuk menghentikan acara sejenak selama kurang lebih 1 jam.

Setelah sekian lama vakum, ahirnya Against menjadi band pembuka di session kedua. mereka bermain sangat perfect dengan nuansa trash metal yang sangat kental, serta sounds yang sangat matang.

Semakin malam, massa pun semakin banyak berdatangan. punk, skins, hardcore kids, metalhead, dan semua penonton melebur menjadi satu di dalam venue.

wow banyak sekali wajah2 baru!! it was great!! warmness !!

Selanjutnya screaming for something menggebrak massa dengan beat a la european metalcore. Sedikit issue, ini adalah penampilan terahir adit (gitar) dengan Screaming for Something. Dia mengundurkan secara baik2 dari band ini.

kemudian di penampilan perdanannya, Jekyll and Hyde cukup sukses memanaskan suasana dengan genre shouthern rock/hardcore ala Maylene and the sons of disaster, dilanjutkan oleh Surfuckin dengan jumlah massa mereka yang luar biasa banyaknya.

Photobucket

Jarum jam menunjukkan pukul 8 malam, dan inilah saatnya Conquest For Death untuk perform, inilah pertama kalinya mereka main di Indonesia. Banyak sekali massa yang merapat ke arah stage untuk melihat dari dekat penampilan band asal amerika ini.

selama kurang lebih setengah jam, CFD membius semua orang di dalam venue dengan lagu2 mereka yang beraroma hardcore trash punk, dibalut dengan aksi panggung yang atraktif.

Gap bahasa tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tampil maksimal, dan kesempatan ini pun dijadikan ajang banging, moshing, dan stage diving.

Photobucket

Photobucket

bahkan sang vokalis sukses mengajak massa untuk wall of death. Setelah lagu terahir, sang vokalis menyampaikan kesan luar biasa tentang acara ini.

Selanjutnya 3 band yang menjadi penutup di acara ini adalah full time skins, stadium 12, dan soulsaver. Dari ketiga band ini, hanya stadium 12 saja yang bermain kurang maksimal karena minus 1 personel, yaitu Aly (bass) yang digantikan sementara oleh jeppy (jekyll and hyde).

secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa inilah gigs ter keren kedua setelah "break the sounds" 2004 lalu :)

purwokerto belongs to us !!

Wednesday, October 14, 2009

Dear Nancy di kompilasi SEA Indie (South East Asia Indie)



Single terbaru band ini, Ordinary Friends, berhasil masuk dalam sebuah kompilasi online asia tenggara bertajuk "SEA Indie (South East Asia Indie) Day to Embrace, Indonesia Indepop Scene"

Kompilasi ini digagas oleh Tan, warga kebangsaan Thailand, berisi 21 track band Indiepop Indonesia,
ini adalah kompilasi ketiga yang dirilis secara online.

Turut ikut dalam kompilasi ini, The trees and the wild, 1900 yesterday, Jumping Balloon, Olive Tree, Dojihattori, Lampukota, dll.



untuk mendownload secara gratis, silahkan copy url berikut ini

DOWNLOAD

atau

MediaFire

atau

southeast asia indie

ini track list nya:

01. Olive tree - Winter Holiday

02. Natalie - Everyday is Sunday

03. Brilliant at Breakfast - If Monday'd Never Come

04. Dear Nancy - Ordinary Friends

05. Nostrovia - Live the Life

06. Sundae Sunday - I hate this town

07. Marching March - Rainy Sad September [Nobodycansing Mix]

08. Mini Crayon - Friends

09. Greats - ODE TENTANG KECANTIKAN

10. The Jumping Balloon - Send me a message

11. Jodi In The Morning Glory Parade - Sun Flower

12. The Trees & The Wild - Irish Girl

13. Dojihatori - Mr. Edward Robinson

14. New Ride - Shine

15. 1900 yesterday - the romantic moment in ourlife

16. LAMPUKOTA - Definitely my day

17. ar and li - sometimes i feel like a girl

18. Under my pillow - LANGIT MENDUNG DAN SENJA

19. Spring/Summer - Wrong

20. Personal state - Be there

21. Bad lovers company - Peacefulness Addiction


Berita terbaru dari Dear Nancy:

Dear Nancy kembali menicicil proses rekaman untuk album penuh mereka, akhir minggu ini band ini kembali masuk ke studio rekaman unuk merekam lagu terbaru bertema pemuda yang akan dirilis sebuah sebuah stasiun radio swasta tanggal 28 oktober nanti.


follow @DearNancy on Twitter!

here's our schedule for this month:

13 Oktober 2009 9 - 10 pm
Dengarkan Live interview sneak peek album mereka malam ini, di MD RADIO 93.2FM

21 Oktober 2009 2 - 3pm (TBC)
Urbanfest Interview @ Prambors Radio 102.2FM

25 Oktober @ Urbanfest, Ancol

Enjoy!

www.myspace.com/dearnancyband

Dear Nancy contact and info:
Dimas Bubble | cell: +62 928 41 002
www.myspace.com/dearnancyband