Showing posts with label Reviews. Show all posts
Showing posts with label Reviews. Show all posts

Saturday, May 8, 2010

Sore - Sombreros Kiddos (EP)


Sore meluncurkan sebuah EP, berisi 6 track. Tidak semuanya lagu baru. Cuma ada dua lagu baru di EP ini. Sisanya adalah sebuah remix dari DJ Orea, yang menebalkan nuansa Latin di lagu "Bogor Biru".

Kemudian ada "Apatis Ria", terambil dari album kedua Sore, 'Ports of Lima'. Diaransemen ulang menjadi sebuah lagu yang sangat membuai. Dengan iringan string lembut, dan suara drum yang terkesan jauh. menciptakan nuansa kelam dan syahdu. Aransemen ulang ini membuat SORE menjadi semacam band dreampop kawakan. Lagu yang membuat melayang! ahahaha

Dua lagu lama "Mata Berdebu" (yang pernah jadi soundtrack iklan sebuah merk penyedap rasa tahun 2007 silam). Dan "Funk The Hole" (Soundtrack film Janji Joni), di album ini ditampilkan secara live. Sebuah rekaman live yang menunjukkan kepiawaian bermusik mereka.

Tentang dua lagu ini, sepertinya tak perlu diulas lagi. Sepenggal lirik "Tak 'ku pelajari di mana pelangi itu..." ah, ini lagu bagus bener... ahaha.. yah, walaupun rekaman Live di EP ini nggak sempurna..

Oke, ini dia lagu terbarunya. Ada dua, berjudul "Silly Little Thing" dan "The Hitman".

Lagu pertama, "Silly Little Thing", mengajak serta Attila Haron, penyanyi asal negeri jiran Malaysia yang mengaku penggemar berat Sore. Suara vokal Attila Haron dilagu ini adalah sebuah nilai tambah yang bagus. Suaranya merdu mengalun. Disamping musiknya memang asik. Nuansa musik retro, jazz, rock, pop, yang memang telah menjadi ciri khas Sore sangat terasa. Sebuah upaya menggabungkan macam ragam musik, dengan eksekusi yang baik. Lagu ini sangat menyenangkan didengar. Saya ingin mengulang ulang terus track ini. he he he

Lagu yang kedua, "The Hitman". Kurang lebih sama dengan lagu pertama tadi. karena ciri khas Sore memang seperti itu, bermain main di Jazz, Rock, Pop, Funk, dibalut dalam kemasan yang terkesan Retro. Di lagu ini, Sore menghadirkan Mian Tiara sebagai vokalis tamu, berduet dengan Ramondo Gascaro (Keyboard/vokal). Ada kejutan di tengah lagu, tatanan musik dan nada tiba tiba berubah. Tapi yah, itu juga ciri khas Sore. Bermain main nakal di Progresi Kord dan tempo. Nendang di kuping.

Jika EP ini adalah pancingan untuk album ke tiga, maka ini saya telah memakan umpannya. Saya tak sabar menunggu album ke tiga Sore.

Sore, memang selalu keren.

visit: myspace.com/soreband

Wednesday, April 28, 2010

Live Forever, Dokumentasi Britpop



Masih soal musik 90-an. Kali ini beralih ke britpop, warna pop yang dibawakan oleh band band inggris di pertengahan dekade 90-an. Live Forever, adalah judul lagu dari Oasis. Yang juga dijadikan sebagai judul film dokumenter tentang britpop. Dan sekarang jadi judul tulisan ini. hahaha

Lahirnya britpop adalah reaksi atas invasi grunge dan alternative rock amerika yang kuat, menjangkiti anak anak muda inggris. Disamping ada juga faktor kelesuan di inggris pada masa kepemimpinan si "Wanita Besi" Margaret Thatcher. Mereka merindukan warna inggris lagi dalam lagu lagu populer. Mereka merindukan band band inggris kembali menguasai dunia, seperti yang pernah ada pada era 60-an dan 70-an. Suara yang mereka teriakkan jelas: Anti Amerika.

The Stone Roses

di-arezzo.co.ukGrup musik The Stone Roses adalah salah satu inspirator penting dalam lahirnya britpop tahun 90-an. Mengadakan Konser besar di tahun 1990, di spike island. dihadiri puluhan ribu penonton. Tata suara kacau, tapi tak ada yang peduli. Massa yang datang cuma ingin melampiaskan kelesuan, menghisap ganja di tempat terbuka. Seperti layaknya kaum Hippies ditahun 60-an.

Konser itu merupakan ekspresi kebebasan yang diimpikan oleh anak anak muda setelah hidup lama dalam pemerintahan konservatif dibawah kepemimpinan Margareth Thatcher dan John Major.

Selepas konser itu, Stone Roses Bubar, padahal mereka diharapkan akan menjadi band yang merajai pasar, band idola yang lifestyle nya menjadi inspirasi. Akibatnya, ada kekosongan disitu. Disaat yang sama, invasi grunge amerika sedang kuat kuatnya. Jadilah inggris dikuasai oleh American Invasion, dibawah komando Nirvana dan Pearl jam. Suede dan Blur muncul disaat yang sama. mencoba menjadi oposisi dari invasi ini. walaupun belum bisa dikatakan suskes. Karisma Kurt Cobain susah ditandingi.

April Tahun 1994, kurt cobain ditemukan tewas bunuh diri. Industri musik vakum lagi, kehilangan tokoh penting yang influence nya luar biasa besar. Dimasa vakum itu, grup musik Oasis hadir. Oasis muncul disaat yang tepat untuk memenangkan pasar. Bersama dengan Blur yang telah eksis lebih dulu, ditahun yang sama, Blur merilis albumnya yang monumental, Parklife.

Oasis & Blur

wikipediaPada masa American Invasion, ada juga artis artis asal inggris yang hebat, misalnya, sebut saja Phill Collins. Tapi Phill Collins bukan rockstar! Phill Collins itu hanya untuk orang uzur, demikian ungkap Liam Gallagher, vokalis Oasis.

Munculnya Oasis dianggap sebagai reinkarnasi dari The Beatles. British Pop Band dengan gaya British asli. Noel Gallagher cukup cerdik meramu musiknya dengan influence musik musik "guitar pop" inggris tahun 60-an, seperti The Kinks dan The Beatles. Noel mengakui bahwa lagu lagu Oasis banyak mengambil nada nada dari lagu lagu tahun 60-an tersebut. Oasis sama seperti band britpop lainnya, tidak melakukan hal yang baru, mereka memainkan musik yang sudah ada sebelumnya, britpop memang kelanjutan dari apa yang dilakukan oleh The Smiths, The Beatles, The Kinks, dan beberapa band inggris lain yang telah ada sebelumnya.

Pesaing terberat Oasis adalah Blur. Keduanya mendominasi blantika musik, bergantian mengisi top chart. Dua band dengan background yang bertolak belakang. Oasis yang working class hero, dan Blur yang middle class nan terpelajar. Persaingan ketat ini sering disebut sebagai "The Battle of Britpop". Oasis tampaknya lebih unggul dalam duel ini. Superhits "Wonderwall", sukses besar menembus pasar dunia.

Tony Blair dari partai buruh waktu itu sedang melakukan kampanye untuk menjadi Perdana Menteri. Dalam pertemuan pertemuan resminya, ia sering mengundang Noel Gallagher Gitaris Oasis. Sebaliknya, Noel Gallagher saat menerima brit awards tahun 1996, secara terbuka dihadapan penonton, Menyatakan dukungannya terhadap Tony Blair. Entah ini ada hubungannya atau tidak terhadap suksesnya Oasis di Pasaran Musik.

Yang pasti seruan "Worker's coming home" saat itu populer. Seiring dengan dilangsungkannya EURO 96 di Inggris, dengan slogan "Football's Coming Home". Dan Oasis adalah Working Class Hero.

Dua raksasa ini didampingi oleh band band britpop lain, menjadikan pertengahan 90-an sebagai era kejayaan britpop. Band band lain itu bisa dikategorikan menjadi dua, yang sukses besar, dan yang kurang sukses.

Yang sukses besar: Pulp, Suede, The Verve, Elastica, Ash, Ocean Colour Scene, Supergrass, Catatonia.
Yang Kurang sukses: Bluetones, Boo Radleys, Dodgy, Echobelly, Cast, Divine Comedy, Gene, Menswear, Shed Seven, Sleepers, Saint Etienne, superfurry animals, Lightning Seeds, Terrorvision, Mansun


Pulp adalah salah satu favorit saya sepanjang masa. Musik mereka indah, liriknya yahud.

Nama nama yang masuk ke kategori kurang sukses itu tidak menandakan bahwa band itu kurang bagus. Saya malah lebih menyukai Mansun, Dodgy, Bluetones, Cast, Shed Seven, Saint Etienne, dibanding oasis. Musik mereka lebih variatif dan kaya.

Kekurang suksesan mereka hanya permainan pasar saja. Porsi mereka di MTV kalah dibandingkan band band yang masuk di kategori sukses besar. Mungkin mereka cuma kalah modal.

Menariknya soal Britpop ini, menggambarkan keresahan anak muda ketika budaya bangsanya dikalahkan budaya asing. Merepresentasikan kejenuhan sebuah pemerintahan yang konservatif juga. Bagaimana dengan Indonesia? he he he.

Anyway, saya kurang paham soal Britpop Movement di Tanah Air. Jaman itu, saya hidup di bali. Kental dalam pelukan Punk Rock yang dikuasai oleh Superman Is Dead (SID). Punk rock adalah movement tahun 90-an juga, artikel berikutnya akan membahas soal ini.

-------------------------------------------

Tulisan ini Banyak disarikan dari film dokumenter "Live Forever", film tahun 2003.

N.B:

Tentang Radiohead, mereka adalah band yang sangat hebat, tapi saya ragu untuk memasukkan radiohead dalam tulisan ini. Radiohead sepertinya punya misi yang berbeda dengan britpop. Radiohead adalah Band hebat yang kebetulan lahir di inggris.
Radiohead, tidak memadukan unsur unsur musik pop inggris tahun 60-an. Mereka melakukan lebih daripada itu. Pada dasarnya radiohead adalah musisi yang suka sekali eksplorasi. atas dasar itu, radiohead tidak masuk dalam tulisan tentang britpop ini.

Alasan yang sama untuk Manic Street Preachers.


(gibic)

Saturday, March 27, 2010

Sejarah singkat: Post-Rock

Prediksi awal nan sok tahu: Jika anda suka Pink Floyd, anda akan suka ini.

Musik yang indah itu relatif. melodius, teduh, lembut. itu indah. berisik, rusuh, hingar bingar, liar, itu indah. bising dan membuat kuping berdenging, itu indah juga. Ini soal selera, lucu kalau diperdebatkan. Tentang musik yang bising ini, bukan tentang gitar yang dicolok ke ampli dengan efek distrosi lalu disetel dengan volume maksimal. bukan seperti itu. musik bising ini menuntut sang musisi untuk membangun alur dalam lagu. alur yang nantinya menuju sebuah klimaks, lalu sehabis klimaks, tensinya diturunkan lagi. asiknya mendengarkan musik bising ini disitu, menikmati alur yang dibangun, menanti kapan klimaksnya tiba. beberapa pihak menyebut gaya musik seperti ini sebagai post-rock. Memakai instrumen seperti musik rock, tapi harmoni, melodi, Rhythm, dan progresi kord yang dibangun melenceng dari tradisi musik rock. kebanyakan dari post-rock merupakan karya musik instrumental. Tapi post-rock tidak melulu bising.



Adalah Mogwai, band asal Skotlandia yang memainkan musik instrumental rock. Ditahun 1997 mereka merilis album. Dengan gaya bermusik yang kini disebut post-rock. Musik yang bertekstur, memiliki alur dari suara yang hening meluncur ke suara yang luar biasa bising. kebisingan yang dibangun seperti agresi yang memuncak. seperti kepusingan yang merambat pelan menuju ubun ubun. Gaya bermusik ini lalu diadaptasi oleh banyak band, seperti Explosions in the Sky, Do Make Say Think, Pelican, Sigur ros, Mono (Japan), dan banyak lagi. Selain Mogwai, band yang stylenya diadaptasi oleh band-band post-rock adalah Godspeed You! Black Emperor, dan Tortoise.

Jauh sebelum era Mogwai, Godspeed You! Black Emperor, dan Tortoise ini, ada beberapa nama yang disebut sebut sebagai cikal bakal post-rock. Para pionir itu adalah Slint, Talk Talk, dan Bark Psychosis. Tentang Bark Psychosis, dialah elemen yang penting bagi perkembangan genre post-rock. bahkan term "post-rock" pun berasal dari review sebuah majalah terhadap album Bark Psychosis, yang berjudul Hex, tahun 1994.

Banyak yang menganggap musik jenis post-rock ini sebagai musik yang galau. anggapan yang sah sah saja. karena musiknya memang cocok didengarkan dengan headset, didengarkan sambil melamun sendirian. Tapi memberi cap Galau pada semua musik post-rock rasanya kurang tepat. Musik post-rock ini dapat diintrepetasi lebih luas lagi. Post-rock merupakan kerabat dekat dari musik eksperimental. Dia mirip dengan free jazz. sebuah movement musik modern. Emosi yang dibangun bisa beragam. Sekali lagi, mengaitkan post-rock dengan galau sah sah saja, sepanjang tidak latah.


Tentang nama-nama yang disebut disini:

Slint


Slint was formed in the late eighties and has released two critically acclaimed albums that, to this day, are unrivaled in their intensity and beauty.

http://www.myspace.com/slinteriffic


Talk Talk


Talk Talk were a British musical group that were active from 1981 to 1991. Although the band's commercial appeal receded in later years, their last two albums, Spirit of Eden and Laughing Stock, were highly acclaimed and remain influential to experimental alternative rock genres, often regarded as the first post-rock albums.

http://www.myspace.com/talktalklaughingstock


Bark Psychosis

Bark Psychosis are an English post-rock band/musical project from East London formed in 1986. They were one of the bands that Simon Reynolds cited when coining "post-rock" as a musical style in 1994, and are thus considered one of the key bands defining the genre.

http://www.myspace.com/codenamebarkpsychosis

Mogwai



Mogwai are a rock band from Glasgow, Scotland, formed by Stuart Braithwaite and Dominic Aitchison in 1995. They typically compose lengthy guitar-based instrumental pieces that feature dynamic contrast, melodic bass guitar lines, and heavy use of distortion and effects.

http://www.myspace.com/mogwai




Godspeed You! Black Emperor

Godspeed You! Black Emperor is a Canadian post-rock band which originated from Montreal, Quebec in 1994. The band is perhaps best known for their lengthy instrumental songs and large membership. Studio albums typically contain no more than five songs, and often omit the band's name and track titles from the cover and artwork.

http://www.myspace.com/gybeconstellation

Tortoise


Tortoise is an influential post-rock band formed in Chicago, Illinois, USA in 1990. Tortoise's almost entirely instrumental music defies easy categorization, and the group gained significant attention from their early career.

http://www.myspace.com/tortoise


Explosions in the Sky

Explosions in the Sky is an American instrumental post-rock band from Texas. The band has garnered popularity beyond the post-rock scene for their cinematic, elaborately developed guitar work, narratively styled instrumentals, what they refer to as "cathartic mini-symphonies," and their enthusiastic and emotional live shows.

http://www.myspace.com/explosionsinthesky

Sigur Rós

Sigur Rós is an Icelandic post-rock band with melodic, classical, and minimalist elements. The band is known for its ethereal sound and lead singer Jónsi Birgisson's falsetto voice. In January 2010, the band announced that they will be on hiatus until further notice in order to pursue solo careers and to spend time with their families.

http://www.myspace.com/sigurros

Mono

Mono are a Japanese post-rock band, formed in 1999 in Tokyo. The band's style of instrumental rock music is influenced by the genres of experimental rock and shoegazing, as well as by both the classical and contemporary classical periods of classical music, and also by noise and minimalism.

http://www.myspace.com/monojp

Do Make Say Think

Do Make Say Think is a Canadian instrumental post-rock band from Toronto, Ontario. Their music combines jazz style drums, distorted guitars and wind instruments as well as a prominent use of the bass guitar.

http://www.myspace.com/domakesaythink


Pelican

Pelican is a four-piece rock band from Chicago who have relocated to Los Angeles. The band is known for its dense combinations of different melodies and extended track lengths. Its distinctive sound draws from stoner rock, doom metal, post-rock, and other influences. Larry Herweg, Trevor de Brauw, and Laurent Schroeder-Lebec also make up three-quarters of the band Tusk.
http://www.myspace.com/pelican
- Gibic [dari berbagai sumber]

Wednesday, February 10, 2010

Wolfgang Amadeus Phoenix


amazingalbumcovers.tumblr.com

Salah satu musisi yang menyedot perhatian di tahun 2009 adalah Phoenix, Band asal Prancis.

Tahun 2009 Phoenix merilis album berjudul "Wolfgang Amadeus Phoenix", sebuah rilisan album yang keren. Album ini menyabet penghargaan bergengsi Grammy Award untuk kategori Best Alternative Music Album.

Singel dalam album ini, "Lisztomania", mungkin terasa familiar, karena dipakai dalam trailer film Alice in Wonderland.

Phoenix yang terdiri dari Thomas Mars, Deck D'arcy, Christian Mazzalai dan Laurent Brancowitz, berasal dari daerah Versailles, mereka berkembang bersama band-band handal seperti 'Air' dan 'Daft punk'.

Uniknya, Phoenix tidak memainkan musik seperti 'Air' dan 'Daft Punk' yang Modern. Phoenix mengusung materi yang bernuansa musik folk, rock, dengan irama upbeat riang, dan terkesan tua. Hentakan beatnya mengingatkan saya pada The Strokes di Album "is this it".

Simak lagu lagu phoenix berikut ini:


Lisztomania


Lasso


1901

---------------------------------------------
Video klip dari single pertama Wolfgang Amadeus Phoenix, "Lisztomania" menarik untuk disimak, jika koneksi internet anda bagus, bisa dilihat disini.

Anyway, Lisztomania adalah istilah yang dipakai untuk menyebut reaksi penonton, terutama jeritan histeris kaum wanita terhadap permainan Piano Franz Liszt. Pernah difilmkan dengan rock star Roger Daltrey (The Who) berperan sebagai Franz Liszt.

Friday, January 1, 2010

Sex On Fire, Penyelamat Rock & Roll di Penghujung Dekade

Awal tahun 2000-an, beberapa Band dibawah bendera Garage Rock bermunculan. Mereka dianggap sebagai penyelamat Rock & Roll setelah sempat lesu dihajar oleh musik musik Hip Hop, Rap, dan RnB. The Strokes dari Amerika, The Hives dari Swedia, dan The Vines dari Australia.

Tiga nama yang sempat merajai tangga lagu. sering diputar diradio. Membawakan musik rock yang mentah. Seolah olah proses mixing nya tak sempurna. The Strokes malah merekam lagu lagunya, dengan efek vokalis seperti sedang berbicara di telepon umum.

The Strokes, lima pemuda pemabuk dari New York, telah berhasil membuat musik rock kembali bergaung. Walaupun akhirnya di penghujung dekade, seperti sekarat lagi. Tapi yah, masih ada musisi semisal Artic Monkeys, Kaiser Chiefs, The Bravery, atau The Killers, yang juga cukup merajai tangga lagu pasca The Strokes.

Sampai akhirnya muncul Band dari Amerika, Anthony Caleb Followill (lead vocals, rhythm guitar), Ivan Nathan Followill (drums, percussion, backing vocals), Michael Jared Followill (bass, backing vocals), dan Cameron Matthew Followill (lead guitar, backing vocals) menggabungkan diri dalam “Kings of Leon“. Yap, nama belakang mereka menunjukkan kalau mereka semua bersaudara.

Super Hit single Kings Of Leon, berjudul “Sex on Fire”, menyelamatkan rock & roll di penghujung dekade 2000-an. Mereka membuat orang yang tak suka rock, menyukainya. Bahkan Will.I.Am dari Black Eyed Peas pun memutarnya saat ia menjadi DJ.

Tidak seperti lagu-lagu garage rock yang lain, lagu ’sex on fire’ ini warnanya lebih gelap dan mengarah ke ’southern rock’.

Single ’sex on fire’ ini mencatat prestasi sebagai the most-downloaded digital single ever, alias lagu yang paling banyak didownload pada juli 2009. awalnya sih saya download juga gara-gara itu. ikut-ikutan. :) tapi ketika didengarkan, ternyata memang ada sesuatu di lagu band pemenang Grammy Awards ini.

karakter vokal Caleb Followill yang merintih, dan sound gitar Matthew yang penuh reverb, membuat lagu ini suram. Jarang saya dengar ada band garage seperti ini. mungkin ada band semisal artic monkey, tokyo police club, atau bahkan the strokes yang kadang membuat lagu bernuansa suram juga. tapi yang membuat unik di ’sex on fire’ ini adalah tehnik bernyanyi Caleb Followill yang soulful itu.

berbeda dengan julian casablanca (The Strokes) yang terdengar serak, mabuk dan rock & roll. vokal Caleb terdengar lebih sendu dan melankolis. dan itu sangat menonjol di lagu ini. Lagu ini menjadi favorit bagi saya karena mereka berhasil menggabungkan garage dan southern dengan bagus. dan, ini yang terpenting, vokalis KOL sangat berbakat! Setiap penyanyi R&B akan iri dengan suara Caleb Followill ini.

“Justin timberlake, belajarlah dari Caleb followill” - Will.I.Am

visit: myspace.com/kingsofleon

Wednesday, November 11, 2009

Spider's Lats Moment - A New Tradition



Reviewed By: Heykel Muhammad

Band jogja ini melepas cd bertitel A New Tradition yg berisi 5 track komposisi musik metal yang variatif dan technical.

Bisa dibilang band ini mempunyai materi yang dalam teori metal 'tidak melulu ngebut'.Ada bagian-bagian yg menampilkan swing,funk.

Secara komposisi bisa dibilang ok beud d ^_^.
Vocalnya ngingetin ma voc nya The Agony Scene (hehe..),bass linenya juga groove up.

Pada gitar, lead-lead yg diberikan jg sangat menonjolkan skill, dan beatkepeernya jg ngebuutt..
Hanya saja yg mengganjal,pada gitar terutama saat clean part touchingnya kurang mantap,tidak semantap ketika berdistorsi. Dan banyak tempo drum yg keduluan sepersekian detik.

Tapi secara garis besar this album is so damn good. Wajib denger bwt yg suka progressive.

My favorite track :Manics




===============================



Ulas kemasan oleh dayzmagz

pertama kali kita lihat kemasan album ini. jujur aja keren banget!
kenapa?


pertama; artwork rizal aliyanto (daftar hitam) + agung kristi (wireframe) memberi nilai lebih atas visualisasi album.

kedua; artwork gabungan elemen organik + mekanik dibuat rumit, cocok jadi teman khayalan saat mendengarkan isi album... hehe..





ketiga; pemilihan warna, font, dan tataletak cukup baik dan tidak mengganggu kesehatan mata... :p
keempat; sayang kualitas cetak tidak maksimal, dayzmagz sarankan tambahkan sedikit bugdet untuk hal ini...


*juga dimuat di dayzmagz vol.08

Thursday, August 28, 2008

The Whitest Boy Alive

words: Gibic


Salah satu pionir dari "new acoustic movement" sekitar tahun 2001, ketika Kings Of Convenience merilis album Quiet is the New Loud, adalah Erlend Øye.

Tidak Puas dengan KoC, Erlend Øye membentuk band baru, kali ini bersama orang jerman. proyek ini diberi nama 'the whitest boy alive'. senada dengan KoC, hanya lebih menghentak, dan lebih terdengar nge-punk. sebagian orang malah menyebut mereka sebagai post-punk.

KoC Vs The Whitest Boy Alive?

saya lebih suka Whitest boy. nuansa rocknya kental. meskipun tetap kontemplatif. Faktor utamanya, vokal Erlend Øye itu. berat, dalam, lembut, membuai.
Simak aja suaranya di lagunya Royksopp: 'Poor Leno' sama 'Reminds Me'. bener-bener syahdu. itu lagu bakal jelek kalo yang nyanyi orang lain. :D

coba dengarkan lagu-lagu ini: 'Burning', 'Golden Cage', 'Fireworks', 'Don't Give Up'. download aja. di myspace juga ada.

satu kata, keren!

http://www.myspace.com/thewhitestboyalive

Saturday, July 12, 2008

Death Vertical - Infecting The World

words: Heykel Muhammad

Album dari band asal Jakarta dengan titel "Infecting The World" ini menyajikan komposisi Grind Core, dengan sentuhan Death Metal yang Groovy, dan Riff-riff yang tajam, mengingatkan pada band-band seperti Nasum, Napalm Death, Konhkra, Lock Up etc.

Band dengan line-up BoyBleh (guitars & Vocals), DeadBonz (Bass & back. Vocal) & AryaBlood (Drums) banyak menampilkan tema sosial bangsa yang semakin terpuruk khas band-band grind core lainnya.

Hasil recording yang menurut saya sangat baik, membuat album ini layak untuk didengarkan. Menampilkan pula DJ. Winky, Japra (Siksa Kubur) & Dollah (M.B.A) dan satu trak live (''Polemik'').
Keep On Rottin''.

Tuesday, July 1, 2008

Forgotten - Tiga Angka Enam

words: Heykel Muhammad

Nikmati 10 trak berkomposisikan Brutal Death Metal.Band asal bandung dengan line-up Adi ''Gembel'' (Vocals), Joteng Kampret (Guitars), Dicky (Bass), Andris Abah (Drums) ini merupakan band yang cukup lama eksis di scene Underground Indonesia (sejak tahun 1994). Pada album ini, materinya saya rasa tidak lepas dari Band-band seperti Suffocation, Job For A Cowboy, Animosity, Deicide etc.

Masih seperti album-album terdahulu, menampilkan lirik-lirik yang sensasional, dan musik yang menurut saya bertambah sadis. Coba simak trak ''Perang Demi Setan'', lirik yang menggila dan komposisi yang sangat ngebut sengebut-ngebutnya...wah,,,edaan.

Tuesday, June 24, 2008

Nile - Ithyphalic

words: lord of denial

Hail for this Band, Ithypallic ! Nile masih Band yang mengerikan, full of Brutal Sound as heavy as Fuck
masih mengandalkan mystical egyptian lyric..praise to hell...praise for Amon,

Di buka dengan "what can be safely writen..yang mengiris dan menyayat daging, makin nendang dengan "as He create...sedikit membius dengan "eat of the dead...gempuran Kollias memang dedicated for fans Blastology!

Huh..NO Creation Without Destruction, No Destruction Without Creation,
Highly Recomended only for Brutal Death fans....
" As He Create So He Destroooooy....."

Wednesday, January 23, 2008

strung out - blackhawk over los angeles


"blackhawks over los angeles" adalah album terbaru dari Strung Out yg dirilis pada bulan Juni 2007 lalu.
Tidak jauh berbeda dengan album sebelumnya "exile in oblivion", di album ini mereka kembali memainkan nuansa metalic skate punk, dibalut dengan beat-beat hardcore.

Yeah !! you'll find more energy, more powerful and beat up-down, ditambah dengan hormoni indah dari riff2 guitar rob ramos dan jake killey, serta double track vocal dari jason cruzz.

Album ini berisi 12 lagu ditambah dengan 2 bonus special track "more than words" dan "novella".
Dan nampaknya mereka merasa nyaman dibawah label fatwreck chords, sebuah record label dari US yang banyak melahirkan band2 punk dan HC terkenal, seperti No Use For A Name, Pulley, Sick of it all, seven second, Hi Standard, dll.

Secara keseluruhan, materi dalam album ini sangat bagus. Namun saya masih lebih menyukai album lama mereka "Suburban Teenange Wasteland Blues".

yeah!! strung out rules !!
:)

-ciplax

Wednesday, December 26, 2007

Propaghandi - Potemkin City Limits

words: Gibic

Politik!! dan terus berpolitik!! propagandhi tetap setia dengan lirik-lirik politisnya. dengan cemerlang menunjukkan jati dirinya sebagai band punk yang cerdas, vulgar, dan radikal.

di album ini, propagandhi sekaligus menampilkan skill musik mereka. ternyata mereka tidak cuma jago propaganda, tapi skill musiknya pun oke. nge-rock!! Kalo gw dengerin, ini album bisa gw bilang masuk ke genre punk rock thrash melodics dengan sentuhan prog rock . lengkap!!

Lirik-lirik politik propagandhi sangat berbau amerika. misalnya di track "America's Army (Die Jugend Marschiert)" ceritanya tentang anak-anak amerika yang dimiliki penuh oleh pemerintah. sesuatu yang agak sulit kita bayangkan di indonesia. kulturnya beda banget.

makanya kita disini cukup buat dengerin musiknya aja. seperti saya bilang tadi. propagandhi rawks!!!

Sunday, October 28, 2007

Conor Oberst

words: descond

Jika anda bukan pecinta folk dan tidak tau siapa itu Conor Oberst, tidaklah masalah. Namun jika anda mengaku pecinta fol tapi tidak tau Conor Oberst, mending ke laut aja lu!(hehe.becanda coy.aku juga blum setaun tau kok)

Oke. Setelah bertahun-tahun ia berkarya di bawah nama Bright Eyes, kini ia mengeluarkan sebuah album solo. Sebenarnya tidak ada beda yang jauh dengan Bright Eyes, pertama, Bright Eyes hanyalah sebuah nama berkarya karena ia tetap mengerjakan segalanya sendiri dengan bantuan band pengiring yang selalu berubah ketika dia akan merekam albumnya. Dan kedua, tetap pada jalur folk yang semakin menjadi-jadi saja.
Namun janganlah salah! Segala sesuatu yang dihasilkan pria ini merupakan santapan lezat bergizi bagi telinga kita.

Let’s talk about this album, shall we?
Album ini berisi 12 lagu. Dibuka dengan Cape Canaveral, Conor bernyanyi hanya dengan gitar bolong dengan indahnya. Dilanjutkan dengan Sausalito dengan tempo yang lebih cepat dan diiringi oleh band. Track selanjutnya sebenarnya ga beda jauh semua. Ada yang hanya dengan gitar akustik, ada yang band lengkap. Dan album ini ditutup juga dengan Milk Thistle yang juga hanya dengan gitar bolong. Good song, I think. Oya, ada satu lagu yang sedikit berbeda. “I don’t want to die (in a hospital)’, yang bergaya sedikit rockabilly dan sepertinya lucu juga saat kita membaca liriknya.
Ooww..setelah saya mendengarkan satu album penuh ini saya baru tau dimana bedanya dengan Bright Eyes. Di album ini rupanya Conor tidak bermain-main dengan elemen musik lain dan hanya seputar folk saja. Berbeda dengan album-album Bright Eyes yang banyak melibatkan elemen musik, bahkan sampai eletronika pernah ia jamah, Di album ini dia hanya ada drum, bass, gitar akustik, dan gitar elektrik dan sedikit piano serta sedikit string dan organ.

Bagi saya, mendengarkan album ini tidaklah perlu waktu lama untuk menyukainya. Sekali dengar, saya bisa langsung bisa menikmati seluruh album ini dan rasanya 12 lagu sangatlah kurang. Entah saya memang sudah kecanduan dengan karya-karya Conor Oberst ini atau memang album ini benar-benar bagus (saya percaya keduanya sih!). Saya sangat merekomendasikan rekaman ini untuk semua orang. Pecinta maupun bukan pecinta folk. Bisa didengarkan di segala mood dan kondisi. Trust me..you boleh cek toko sebelah…hehe..


Sounds like :
Bob Dylan

Key Track :
Semua lagu!!
Eh,kecuali valle Mistico. Ya bagaimana mau dinikmati kalo ternyata ini bukan lagu tapi cuma suara terompet kaya terompet perang jaman dahulu selama 49 detik!