Thursday, March 11, 2010

HIDUP TERUS BERJALAN.. peresmian mini album where are you my band..

salah satu band garage purwokerto luncurin mini album.. yup.. where are you my band
malem minggu di wilayah pabuwaran..

sebetulnya mini album ini udah lama direncanakan, saya sering tanya "kapan keluar???"
karena kurang sabar saya juga sering tanya "kapan bubar??"
hehe..



owkeh.. kembali ke laporan pandangan mata..
begitu dateng ke ANGKRIMAN (angkringan jajan seniman) cukup bingung, "buseeet..disini tempat loncingnyah?".. tapi pemikiran itu langsung lenyap karena saya dikerubutin kupat-kupat the jumping balloons.. horeee...

bertemu banyak kawan.. tertawa.. banyak bertanya.. dan kopi gratis! (thx galih the telephone).

lalu mas dan mbak MC memulai acara, MC-nya cukup amplas.. (kering dan kasar).. hehe..
panggung dibuka oleh duet maut eyken (TBS) dan anung (lodse) yang menamakan diri mereka SARALUNA..
abis itu.. The Jumping Balloons naek panggung.. wuih.. kostum mereka lebih asoy malam ini!
sayang kali ini TJB terasa hampa.. sound gitar mereka bermasalah.. semoga besok sehat selalu..
dan penonton cukup tenang duduk manis..

nah sekarang saatnya yang punya hajat...
kain putih terbentang di depan panggung........ ????? ada apa ini?
saya dan isro mulai menebaknebak.. "arep kaya kongser sigur ros ketone.."
hehe lucu aja ...
dan nyaris benar, musik berbunyi dan bayangan Where are you my band muncul di kain itu..
gak pake lama, kainnya turun juga...

yup Where are you my band mulai beraksi.. (tapi saya lupa judul dan urutannya.. huh)
mereka RAPI juga BERDASI.. semangat, hajar terus telingan penonton yang (masih) tetep
duduk manis.. gak ketinggalan serangan flash dari banyak fotografer muda purwokerto..

tentu saat lagu andalan INDONESIA, penonton ikutikutan teriak.. lagu Where are you my band
untuk sepakbola indonesia.. chandra sang gitaris keliatan berkeringat, dan saya mendengar ada gadis yg berkata "seksi banget..!!" haha! teruskan!

enam lagu (kalo gak salah) selesai dimainkan, hanya itu gak ada lagu lain.. tampaknya malam ini gak ada lagu-lagi kover seperti biasanya, padahal saya sangat suka lagu the beattles dan meggy z yg pernah dikover Where are you my band.

yg saya suka di lagu terakhir, Where are you my band masih semangat dengan kostum RAPIH dan BERDASI.. kecuali sang drummer, kancing kemejanya dibuka, dan hasilnya.. mirip kernet! haha!

pertunjukkan berakhir. saya masih membayangkan andaikan acara ini diadakan di tempat yg lebih "rusak dan kasar".. di kafe ini jujur saja, terlalu manis dan rapih.. gak heran penonton ikutan begitu..

segitu aja.
semoga sehat selalu.

satrio hapsoro. dayzmagz.

terambil dari: Dayzmagz

Tuesday, March 9, 2010

AUDV



AUDV (baca: Au Di Vi) merupakan grup musik asal kota Jakarta yang memainkan jenis musik electronic, dengan menggabungkan berbagai jenis musik lainnya seperti; pop, rock, alternatif, shoegaze, dll. AUDV dibentuk pada tanggal 24 Juli 2009 oleh Chan (Vocal, Music) dan Banni (Vocal, Music). AUDV adalah singkat nama dari "Audio Video", dimana masing-masing dari mereka adalah penggemar videography dan music illustration.



Mendengar Lagu AUDV yang berjudul Arsyi, rasanya band ini pop banget, nadanya mudah diingat. aransemennya sedikit mengingatkan pada alternatif akhir 90-an.



kontak AUDV
www.myspace.com/audvmusic
www.youtube.com/audvmusic

Phone:
Usbeck 0858.612.97959

Tuesday, March 2, 2010

Review Gigs Girl=Loud

Semalam gigs Girls=loud di kebon cafe berlangsung cukup seru. dipenuhi massa yang moshing, sing a long, dan mercon.

Girls=Loud adalah acara musik yang menampilkan band-band bervokalis cewe di purwokerto. di jadwalkan the jumping balloon (tjb) juga mengisi acara ini. tapi batal, karena kebetulan tjb manggung di jogja (you go girls! :D)

akhirnya acara Girls=Louds diisi dengan line up: Butter Scotch, Slide Munky, dan Tunas Bangsa Simphony. dan diawali dengan penampilan The telephone. sebelumnya, saya kira ada band lain yang tampil untuk membuka gigs ini, band yang beranggotakan Ciplax pada bass dan Vokal, Heykel dan Gallup pada gitar, dan kemal pada Drum. tapi ternyata itu hanya aksi tipu tipu semata.. hehehe



pembuka acara, the telephone, tampil garang dan super bising dengan additional gitar, heykel, dan keyboard (lulu). cukup maksimal penampilan mereka. menggeber lagu lagu andalan milik mereka sendiri, yang liriknya sudah dihafal oleh sebagian besar penonton.

dilanjutkan dengan butter scocth, yang menggeber lagu lagu bertempo cepat khas melodic. membawakan sejumlah lagu karya sendiri dan sebuah lagu cover version "can't help fallin in love". cukup bagus performanya, sanggup menarik sejumlah massa untuk mendekat ke panggung. walaupun masih terdengar beberapa nada yang meleset, dan sound yang belum balance.

penampilan berikutnya, slide munky. yang malam itu tampil jauh lebih baik dari yang penampilan mereka waktu perform di bandung. penampilan slide munky malam itu penuh percaya diri. dan melihat permainan drum kemal, terus terang: sangat menghibur. siluetnya saat bermain drum, mengingatkan saya pada drummer grup band britpop Supergrass.

penampil terakhir adalah Tunas Bangsa Simphony (TBS) yang tampil dengan vokalis lama mereka, reni. sangat menghibur TBS malam itu. membawakan lagu lagu lama plus satu 'love fool' dari cardigans. TBS jelas fasih memainkan cardigans, karena cardigans adalah influence besar bagi TBS.
Massa di barisan depan sukses merebut microphone untuk turut bernyanyi di setiap lagu lagu TBS. beberapa yang lain sibuk menyalakan petasan. beberapa yang lain sibuk mengangkat teman temanya untuk diving.. dan banyak lagi yang lain cukup menikmati penampilan TBS malam itu yang tampil cukup rileks.

dan begitulah, acara berakhir. sebuah gigs yang menyenangkan. semoga acara seperti ini akan terus ada di purwokerto. dengan band band baru yang berkualitas. support local scene. -gibic

Friday, February 12, 2010

GOT ME BLIND; Generasi Pemberang dari Jogja

“ berkobarlah menjadi api! Hiduplah! Seolah tak pernah mati!”


[Adaptation from Generasi Pemberang from Got Me Blind]



Got Me Blind (GMB) berdiri sejak tahun 2000, di kota Yogyakarta, mengalami evolusi yang cukup panjang, mulai dari karakter music hingga pergantian player. Awalnya Got Me Blind sering meng-kover lagu-lagu dari Downset, lalu beralih kover lagu dari Deftones, hingga akhirnya menemukan jati diri sebenarnya, lewat pengaruh dari; Pantera, Chimaira, Sepultura, hingga Pance F. Pondaag.




GMB telah merilis beberapa single, ikut dalam beberapa kompilasi album, salah satunya event terbesar dikota Jogja; Lockstock Fest. Yang juga merilis album kompilasi band-band berkwalitas dari kota Jogja. GMB juga berperan dalam berbagai sound track untuk film indie, melakukan rangkain tour Sumatera, Jawa dan Bali yang diberi titel; Monthly Killer Sounds. Album pertama GMB yang berjudul Eye For An Eye dirilis tahun 2007 dibawah naungan Off The Records, anak perusahaan dari PT. Bravo Musik Entertainment Jakarta.



:: Tentang ALBUM “GENERASI PEMBERANG!” ::

Tahun 2010 ini GMB kembali menggeber telinga audiensinya dengan album berjudul “Generasi Pemberang!”, judul album ini diambil dari salah satu judul lagu GMB. Rencana akan segera dirilis Maret 2010, dibawah naungan label Off Te Records yang merupakan anak perusahaan dari PT. Bravo Musik Indonesia, Jakarta. (Label ini telah banyak menelurkan band2 berkwalitas negeri ini; Rocket Rockers, Pemuda Harapan Bangsa, Getah, Seringai, dll).



Album ‘Generasi Pemberang!” boleh dikatakan sebuah metal album yang lebih catchy, dengan riff-rif gitar yang nge-groove dan tidak hanya mengutamakan kecepatan skill bermain atau teknik, tetapi lebih kepada ear catching dan harmonisasi dalam struktur lagu, Hampir seluruh lirik berbahasa Indonesia dan menggunakan kosa kata yang cenderung Melayu, GMB menyebut genre mereka dengan; Indonesian Groove metal.



Secara materi GMB mengalami banyak perubahan dari album pertama mereka, dari karakter vocal hingga tema yang diangkat, lirik-lirik GMB lebih positif dan edukatif, lebih kepada mengajak audiens untuk dapat lebih menghargai hidup dan menghargai lingkungan sosial, simak tema lagu GMB berikut:



01. Euphoria Dikala Senja

Diawali dengan alunan gitar yang mendayu nikmat sebagai penghantar untuk irama yang lebih menghentak, lagu yang merupakan pertanda sebuah pergolakan dalam diri kita yang selalu dianggap pecundang. Setiap manusia yang berhasil awalnya mereka adalah pecundang! So, keep it real mates!



02. Belenggu Benci

Lagu ini dipersembahkan kepada teman-teman yang masih saja penuh dengan kebencian dan dendam, mengapa tidak kita tinggalkan saja kebencian masa lalu sebagai pembelajaran utuk masa akan datang?



03. Muka Seram Melankolis

Sebuah lagu becanda ala GMB! Yeah! Lagu ini berawal dari joke-joke konyol tentang mereka yang merasa tegar tapi hatinya menangis ditinggal oleh sang kekasih, dan kami menganggap itu sebuah kekonyolan yang dimiliki setiap manusia. Satu-satunya lagu yang merupakan hasil dari pendalaman lagu om Pance F. Pondaag “Walau Hati Menangis”. Hell Yeah!! We love him!



04. Generasi Pemberang!

Sebuah anthem agar dapat menjadi manusia yang lebih menghargai hidupnya dengan menjadi dirinya sendiri, menjadi generasi yang pantang untuk menyerah, generasi yang membangkang terhadap pola-pola stagnan, generasi yang berani mengambil resiko dan bertanggung jawab terhadap jalan yang dipilihnya, Generasi yang marah dan sensitif akan lingkungan sosialnya. Generasi Pemberang adalah generasi masa kini dan masa akan datang!



05. Keras Kepala

Lagu yang lebih nge-groove, dan cocok untuk dijadikan lagu penyambut pagi. Berisikan tentang ke-muakan kita terhadap orang-orang yang tidak bisa ber-kompromi, yang hanya mau menang sendiri, pada orang-orang yang terlalu keras kepala hingga tak dapat menerima opini orang lain, hidup dalam egoisme yang buas adalah hidup yang menyebalkan!



06. Gagah Berani

Yeaahh..ini adalah sebuah lagu yang penuh dengan lirik-lirik pembentuk energi positif dalam diri, sebagai trigger bagi mereka yang selalu merasa kalah. Berhentilah mengeluh karena itu akan membuatmu lemah, karena setiap manusia terlahir sebagai pemenang.







GOT ME BLIND are:

· Richie Petroza S.ip as Vocal

· Dede Nursalam Ss. as Guitar

· Ronald Reagan as Guitar

· Sonny Kurniawan SH a.k.a Gons as Bass

· Riko Prihandhani SH. As Drum



Discography :

· Mini Album lepas There Is Something About Nothing Thn. 2004, Kaset (Limited Edition), Free Released

· Live Concert “End Of The Year Rock Show 2005“ di Papillon Discotheque / CafĂ©.

· Live Concert "How Metal Kids playin' Loud" di The Club Cafe

· Single lepas Biarlah bonus Live Footage, Cd, Blame Division Records, Thn.2006 .

· Single lepas Terpuruk Mati Disini bonus Video Clip, Cd, Blame Division Records, Thn.2006

· Single lepas Kontaminasi bonus Video Clip, Cd, Blame Division Records, Thn.2006

· Original Sound Track Film pendek Maya Produksi MAYA Indie Films Production, Finalis Global Indie Film Fest. (GIF ), Global TV, Thn. 2004

· Original Sound Track Mannequinn Produksi Ruang Tengah Picture, For Global Indie Film Fest. (GIFF) Thn.2004, Jogja Asian Film Festival 2006, Thn.2006.

· Original Sound Track Dungga Melati Produksi Telapak Karya Production, Thn. 2007.

· Full Album Eye For An eye (Enhanced Cd), Produksi Off The Records, PT. Bravo Musik Entertainment,Jakarta. Thn.2007.

· Band Of The Week (on November 2007) : www.rockisnotdead.net

· Some Kind of Monster versi Apokalip.com, 2008.

· Single Generasi Pemberang!, Cd, Blame Division 2008

· Tour Sumatera, Jawa, Bali 2008-2009 [ Monthly Killer Sounds ]

· Kompilasi Album Sounds Of Jogja, Forum Lock Stock Musik Indonesia, Jogja, 2009

· Kompilasi Album The Journey, Jogja, 2009

· Kompilasi Album Konfrontasi Maksimal, Manual Record, Solo, 2009

· Mini Album Generasi Pemberang!, 2010

·

For Further info’s And Others:

Phone : 085228972898

E-mail : blamedivision@yahoo.com

www.myspace.com/gotmefuckinblind

Wednesday, February 10, 2010

Wolfgang Amadeus Phoenix


amazingalbumcovers.tumblr.com

Salah satu musisi yang menyedot perhatian di tahun 2009 adalah Phoenix, Band asal Prancis.

Tahun 2009 Phoenix merilis album berjudul "Wolfgang Amadeus Phoenix", sebuah rilisan album yang keren. Album ini menyabet penghargaan bergengsi Grammy Award untuk kategori Best Alternative Music Album.

Singel dalam album ini, "Lisztomania", mungkin terasa familiar, karena dipakai dalam trailer film Alice in Wonderland.

Phoenix yang terdiri dari Thomas Mars, Deck D'arcy, Christian Mazzalai dan Laurent Brancowitz, berasal dari daerah Versailles, mereka berkembang bersama band-band handal seperti 'Air' dan 'Daft punk'.

Uniknya, Phoenix tidak memainkan musik seperti 'Air' dan 'Daft Punk' yang Modern. Phoenix mengusung materi yang bernuansa musik folk, rock, dengan irama upbeat riang, dan terkesan tua. Hentakan beatnya mengingatkan saya pada The Strokes di Album "is this it".

Simak lagu lagu phoenix berikut ini:


Lisztomania


Lasso


1901

---------------------------------------------
Video klip dari single pertama Wolfgang Amadeus Phoenix, "Lisztomania" menarik untuk disimak, jika koneksi internet anda bagus, bisa dilihat disini.

Anyway, Lisztomania adalah istilah yang dipakai untuk menyebut reaksi penonton, terutama jeritan histeris kaum wanita terhadap permainan Piano Franz Liszt. Pernah difilmkan dengan rock star Roger Daltrey (The Who) berperan sebagai Franz Liszt.

Tuesday, February 9, 2010

Endah & Resha, Akustik Asik

Endah Widiastuti dan Rhesa Aditya, dikenal dengan nama depan mereka, Endah &  Resa. Mereka adalah pasangan suami istri yang belakangan ini mulai dikenal luas sebagai duo musisi akustik. Endah, bernyanyi sambil bermain gitar, Resha mengiringi dengan Bass.

Pasangan ini adalah penghibur yang handal. Melihat chemistry mereka yang terjalin intim, terasa nyaman dan menyenangkan. Endah yang komunikatif, dan Resha yang kalem, dengan kompak menciptakan suasana hangat di setiap konser konsernya.

Bicara soal musik yang mereka mainkan, folk, jazz, blues, rock and roll serta ballads adalah nyawa di lagu lagu yang mereka ciptakan. Riff yang dibangun endah lewat gitarnya, ditimpali permainan Bass resha, bersahutan, seperti dua orang yang sedang bercakap cakap. Folk dan Blues ringan, yang rasanya cukup ringan untuk didengarkan oleh siapa saja.

Kekuatan duo Pasutri akustik ini makin terasa ketika mereka tampil di panggung. Karakter Suara vokal Endah, unik sekali. Selain merdu, Vokalnya seakan bisa pecah menjadi dua, seolah olah ada backing vokal yang mengiringi. Padahal tidak. Endah bernyanyi sendiri.

Pada salah satu lagunya, Endah juga membangun Ritme dengan vokalnya itu, menggumamkan semacam ‘Chant‘ ala Afrika, yang langsung disahut dengan Bass line oleh Resha. Unsur rythm yang biasa dihasilkan perkusi dapat diterjemahkan ke dalam instrumen melodis vokal, gitar dan bass. Sebuah eksplorasi yang gila, namun sangat menghibur.

Permainan Bass oleh Resha sendiri terbilang memukau. Nada nada yang dihasilkan oleh cabikan jemarinya begitu kaya, tidak monoton. Begitu juga dengan suara suara yang dihasilkan bassnya, tidak melulu bulat dan rendah. Sebuah aksi permainan Bass dengan daya jelajah tinggi! ahaha

Salah satu aksi yang paling menarik, adalah ketika Resha memeluk Endah dari belakang, untuk bersama sama memainkan Gitar yang ada di tangan Endah. Dengan Gitar itu, Resha memainkan bass di senar atas, sedang Endah mengambil nada nada tinggi melalui senar bawah. Keintiman yang menyenangkan untuk disaksikan.

Beri tepuk tangan yang meriah untuk Pasangan suami istri musisi ini, Endah & Resha.

Friday, January 1, 2010

Sex On Fire, Penyelamat Rock & Roll di Penghujung Dekade

Awal tahun 2000-an, beberapa Band dibawah bendera Garage Rock bermunculan. Mereka dianggap sebagai penyelamat Rock & Roll setelah sempat lesu dihajar oleh musik musik Hip Hop, Rap, dan RnB. The Strokes dari Amerika, The Hives dari Swedia, dan The Vines dari Australia.

Tiga nama yang sempat merajai tangga lagu. sering diputar diradio. Membawakan musik rock yang mentah. Seolah olah proses mixing nya tak sempurna. The Strokes malah merekam lagu lagunya, dengan efek vokalis seperti sedang berbicara di telepon umum.

The Strokes, lima pemuda pemabuk dari New York, telah berhasil membuat musik rock kembali bergaung. Walaupun akhirnya di penghujung dekade, seperti sekarat lagi. Tapi yah, masih ada musisi semisal Artic Monkeys, Kaiser Chiefs, The Bravery, atau The Killers, yang juga cukup merajai tangga lagu pasca The Strokes.

Sampai akhirnya muncul Band dari Amerika, Anthony Caleb Followill (lead vocals, rhythm guitar), Ivan Nathan Followill (drums, percussion, backing vocals), Michael Jared Followill (bass, backing vocals), dan Cameron Matthew Followill (lead guitar, backing vocals) menggabungkan diri dalam “Kings of Leon“. Yap, nama belakang mereka menunjukkan kalau mereka semua bersaudara.

Super Hit single Kings Of Leon, berjudul “Sex on Fire”, menyelamatkan rock & roll di penghujung dekade 2000-an. Mereka membuat orang yang tak suka rock, menyukainya. Bahkan Will.I.Am dari Black Eyed Peas pun memutarnya saat ia menjadi DJ.

Tidak seperti lagu-lagu garage rock yang lain, lagu ’sex on fire’ ini warnanya lebih gelap dan mengarah ke ’southern rock’.

Single ’sex on fire’ ini mencatat prestasi sebagai the most-downloaded digital single ever, alias lagu yang paling banyak didownload pada juli 2009. awalnya sih saya download juga gara-gara itu. ikut-ikutan. :) tapi ketika didengarkan, ternyata memang ada sesuatu di lagu band pemenang Grammy Awards ini.

karakter vokal Caleb Followill yang merintih, dan sound gitar Matthew yang penuh reverb, membuat lagu ini suram. Jarang saya dengar ada band garage seperti ini. mungkin ada band semisal artic monkey, tokyo police club, atau bahkan the strokes yang kadang membuat lagu bernuansa suram juga. tapi yang membuat unik di ’sex on fire’ ini adalah tehnik bernyanyi Caleb Followill yang soulful itu.

berbeda dengan julian casablanca (The Strokes) yang terdengar serak, mabuk dan rock & roll. vokal Caleb terdengar lebih sendu dan melankolis. dan itu sangat menonjol di lagu ini. Lagu ini menjadi favorit bagi saya karena mereka berhasil menggabungkan garage dan southern dengan bagus. dan, ini yang terpenting, vokalis KOL sangat berbakat! Setiap penyanyi R&B akan iri dengan suara Caleb Followill ini.

“Justin timberlake, belajarlah dari Caleb followill” - Will.I.Am

visit: myspace.com/kingsofleon